Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Januari 2018

DAHSYAT! Fitur Canggih WhatsApp Business ini

Fitur Canggih dari WhatsApp for Business

Sekarang “WhatsApp Business” akhirnya resmi dirilis setelah diperkenalkan dalam format beta pada September 2017 lalu. Sesuai namanya, layanan chatting yang berdiri sendiri alias standalone ini menyasar pebisnis, baik yang bergerak di sektor UKM maupun perusahaan besar. 

Indonesia menjadi negara Asia pertama yang sudah bisa menggunakan WhatsApp Business di platform Android bersama empat negara lain yaitu Italia, Meksiko, Inggris dan Amerika Serikat. Negara-negara lain dijanjikan bakal menyusul dalam beberapa pekan ke depan.

Lalu, apa bedanya WhatsApp Messenger yang biasa digunakan dengan WhatsApp Business?.

WhatsApp Business memungkinkan pebisnis lebih komunikatif dengan konsumennya, serupa dengan konsep yang diusung aplikasi Line@.

Apa Perbedaan WhatsApp Business dan WhatsApp Messenger?

Ada beberapa fitur unik di WhatsApp Business, berikut ulasannya:

1. Perbedaan logo

Logo ini berbeda dengan WhatsApp Messenger yang terkenal dengan logo gambar telepon. Sedangkan WhatsApp Business menggunakan simbol huruf “B” kapital dengan latar warna hijau khas WhatsApp.

2. Dapat menggunakan dan menambahkan nomor telepon rumah atau kantor

Berbeda dengan WhatsApp Messenger yang menggunakan nomor ponsel, WhatsApp Business bisa menggunakan sekaligus menambahkan nomor telepon rumah atau kantor meskipun sah-sah saja menggunakan nomor seluler.

Menggunakan WhatsApp Business dan WhatsApp Messenger dalam satu perangkat yang sama bisa saja dilakukan, namun Anda harus menggunakan nomor yang berbeda untuk masing-masing aplikasi tersebut.

Namun WhatsApp menyarankan untuk tidak mengganti-ganti nomor seluler dan menentukan satu nomor ponsel yang permanen. 

3. Bisa membalas pesan secara otomatis


Dalam hal interaksi, ada kalanya pebisnis lelah karena dirundung pertanyaan yang sama dari konsumen. Karena itu, WhatsApp Business menghadirkan fitur yang memungkinkan pebisnis menyetel balasan otomatis.

Pengaturan ini juga bisa digunakan untuk mengirim pesan otomatis untuk menyambut konsumen baru. Fitur ini tentu tak ditemukan di WhatsApp Messenger yang bertujuan personal.

4. Centang Hijau

Tidak seperti WhatsApp Messenger yang tidak ada proses verifikasi, WhatsApp Business akan melakukan verifikasi pada akun pebisnis. 

Berbeda dengan lencana centang biru pada akun terverifikasi di Instagram atau Twitter, akun yang telah diverifikasi oleh WhatsApp Business akan diberikan centang berwarna hijau.

Jika Anda melihat lencana hijau di sebelah nama kontak, itu berarti WhatsApp telah memverifikasi jika nomor tersebut adalah benar milik perusahaan", jelas WhatsApp pada blog situs resmi perusahaan.

5. Lihat statistik pesan terkirim dan diterima

Dengan fitur ini, pebisnis bisa melihat statistik pesan terkirm dan pesan yang diterima. Tentunya fitur ini tidak didapatkan di WhatsApp Messenger dimana seringnya, pengguna justru menyembunyikan informasi jika pesan telah dibaca.

6. Bisa memilih kategori bisnisnya

Selain menginformasikan profil perusahaan, seperti jam operasional, situs resmi, dan lokasi, pebisnis juga bisa memilih kategori bisnis yang tersedia. 

Tidak melulu perusahaan besar, WhatsApp Business juga terbuka untuk UKM dan usaha kecil lainnya. Jika kategori bisnis tidak terdapat di pilihan yang tersedia, bisa memilih kategori "Others".

7. Mengkategorikan pesan masuk menggunakan "Labels"

WhatsApp Business menghadirkan fitur baru yakni “Labels” yang sebelumnya tak ada di versi beta. 

Fitur itu memungkinkan pebisnis mengategorikan pesan masuk tertentu sehingga komunikasi dengan konsumen lebih terorganisir.

Bagi Kamu yang ingin memanfaatkan WhatsApp Business bisa mengunduhnya melalui Google Play Store. Selamat mencoba!

FANTASTIS ! Kucuran Invetasi Rp16,2 triliun untuk Gojek & komentar Menkominfo

Gojek dapat investasi setara dengan Rp16,2 triliun dari google

Gojek muncul sebagai aplikasi transportasi online yang menghubungkan ojek motor dengan pelanggan. Sejalannya waktu, GoJek mengembangkan bisnis mereka hingga ke alat pembayaran mobile, GoPay.

Mengawali layanan sebagai penyedia ojek daring, Gojek kini juga menyediakan layanan mobil dan taksi hingga pemesanan makanan online.

Sejak berdiri pada tahun 2011, Gojek kini kian aktif mendorong pertumbuhan pengguna pembayaran nontunai Gopay pada layanannya.

Untuk perkembangannya kini Gojek kembali menerima guyuran investasi baru yakni suntikan dana segar dalam jumlah yang lebih besar dari investasi sebelumnya.

Sebelumnya Rival terbesar Alibaba. Media sosial Tongkok dan perusahaan hiburan online yakni Tencent Holiday Ltd, dikabarkan telah memberikan kucuran dana, sebesar US$150 juta atau hampir Rp2 triliun ke Gojek pada Juli 2017.

Dan pada Agustus 2017, penyedia layanan on-demand ini juga mendapat suntikan dana, sebesar US$100 juta (Rp1,32 triliun) dari Platform e-commerce asal China, JD.com.

Kabar terbaru perusahaan penyedia transportasi berbasis aplikasi ini menerima dana segar dari Alphabet, induk perusahaan Google dan beberapa rekan senilai US$1,2 miliar atau setara dengan Rp16,2 triliun (dengan asumsi kurs US$1 = Rp13.300). 

Selain Google, BUMN investasi Singapura, Temasek Holdings dan Platfrom daring China, KKR & Co, Warburg Pincus LLC dan platform online China Meituan-Dianping pun akan berpartisipasi dalam suntikan investasi tersebut.

Rencana pendanaan ini sudah dibuka sejak tahun lalu dan diproyeksikan akan rampung dalam beberapa pekan. Dan yang berpartisipasi dalam penggalangan dana kali ini juga terdapat investor lama Gojek yakni firma ekuitas privat global KKR & Co LP (KKR) dan Warburg Pincus LLC ikut turut dalam putaran suntikan dana terbaru tersebut.

Menurut laporan dari Reuters, Kamis, 18 Januari 2018, kabar guyuran investasi ini disampaikan oleh seorang sumber yang yang mengetahui aksi korporasi tersebut. 

Dengan pendanaan raksasa dari Google, menjadi amunisi Go-Jek dalam menghadapi persaingan industri dengan rivalnya seperti Grab dan Uber. Pasalnya, untuk kawasan Asia Tenggara, Indonesia adalah tempat strategis sebagai salah satu negara dengan penduduk terbanyak sehingga menjadi pasar yang sangat potensial.

"Sebagai investor strategis, Google dapat membantu meningkatkan bisnis Go-Jek," ujar sumber dari Reuters, Kamis (18/1/2018).

Namun, hingga saat ini belum diketahui berapa porsi suntikan dana masing-masing investor. Karena investor baru Gojek tersebut kompak tak berkomentar soal langkah korporasi mereka. Baik Google, KKR, Warburg dan Temasek menolak berkomentar soal investasi Gojek. Sedangkan Meituan-Dianping dan Gojek belum membalas permintaan komentar yang dikirimkan ke mereka terkait laporan ini.


Gambar : Tempo.co
Setelah Kabar Go-Jek yang kembali mendapatkan kucuran dana Rp 16 triliun dari sejumlah investor asing seperti Google, Temasek dan Meituan-Dianping, ini pun juga sudah sampak ke telinga Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

Ia berkata, investasi besar tersebut menandakan bahwa para investor asing sudah semakin percaya dengan Indonesia.

"Pendanaan yang terus-menerus kepada satu tech company, menunjukkan kepercayaan investor tersebut semakin besar," ujar pria yang akrab disapa Chief RA, (19/1/2018).

"Tambahan proceed kepada Go-Jek ini menunjukkan investor internasional bukan hanya percaya kepada Go-Jek, namun juga kepercayaan kepada dunia digital serta iklim investasi di Indonesia," tambahnya.

Dengan begitu, pria berkacamata ini berharap kalau investasi tersebut juga harus diikuti investor lokal. Jadi, kepemilikan startup unicorn bisa dimiliki oleh dari dalam negeri juga.

Untuk diketahui, startup unicorn yang saat ini ada di Indonesia tak cuma Go-Jek. Beberapa lainnya termasuk Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. Mereka menyabet gelar unicorn karena valuasi nilai bisnisnya mencapai lebih dari US$ 1 miliar.

Dengan investasi sebesar itu, nilai valuasi Go-Jek diperkirakan mencapai US$ 4 miliar atau sekitar Rp 53,3 triliun. Sebagai perbandingan, nilai valuasi kompetitor Go-Jek yakni Grab, diperkirakan sudah lebih dari US$ 6 miliar atau sekitar Rp 80 triliun. Pendanaan ini diperkirakan dapat mendorong pertumbuhan bisnis Go-Jek di Indonesia.

WhatsApp Business kini Resmi Rilis, Begini fiturnya

WhatsApp Business kini Resmi di Rilis

WhatsApp Business memudahkan komunikasi antara pebisnis dengan konsumennya. Konsep ini sudah lebih dulu diimplementasikan layanan chatting Line melalui aplikasi “Line@“.

Sekarang “WhatsApp Business” akhirnya resmi dirilis setelah diperkenalkan dalam format beta pada September 2017 lalu. Sesuai namanya, layanan chatting yang berdiri sendiri alias standalone ini menyasar pebisnis, baik yang bergerak di sektor UKM maupun perusahaan besar. 

Ada lima negara pertama yang sudah bisa mencicipi WhatsApp Business di platform Android, masing-masing adalah Indonesia, Italia, Meksiko, Inggris, dan Amerika Serikat. Negara-negara lain dijanjikan bakal menyusul dalam beberapa pekan ke depan.

Lantas, apa bedanya WhatsApp biasa dan WhatsApp Business? Ditilik dari ikon aplikasi, WhatsApp biasa mematrikan ikon “telepon”, sedangkan WhatsApp Business menggunakan simbol huruf “B” kapital. 

Ada beberapa fitur unik di WhatsApp Business. Salah satunya memungkinkan pebisnis menggunakan nomor telepon rumah atau kantor meski nomor ponsel juga bisa dipakai. Yang jelas, nomor untuk aplikasi WhatsApp biasa dan WhatsApp Business di satu perangkat harus dibedakan. 

Selain itu, ada badge spesial. Pebisnis bisa menginformasikan jam operasional, situs, kategori usaha, lokasi, serta deskripsi perusahaan. Pebisnis juga bisa mengakses statistik interaksi dengan konsumen. 

Dalam hal interaksi, ada kalanya pebisnis lelah karena dirundung pertanyaan yang sama dari konsumen. Karena itu, WhatsApp Business menghadirkan fitur yang memungkinkan pebisnis menyetel balasan otomatis. Penyetelan serupa juga bisa digunakan untuk menyabut konsumen baru. 

Dan WhatsApp Business menghadirkan fitur baru yakni “Labels” yang sebelumnya tak ada di versi beta. Fitur itu memungkinkan pebisnis mengategorikan pesan masuk sehingga komunikasi dengan konsumen lebih terorganisasi.
Penampakan WhatApp Business di PlayStore
Anda yang ingin mengunakan WhatsApp Business bisa mengunduh aplikasi tersebut di Google Play Store. Selamat mencoba!

Kamis, 18 Januari 2018

5 Fakta GILA Bisnis PayTren Yusuf Mansur

Bisnis MLM Paytren atau TRENI Yusuf Mansur
5 Fakta Bisnis PayTren Yusuf Mansur yang Dibekukan BI, Perputaran Uang Sampai Konsep Syariah

Layanan isi ulang uang elektronik PayTren milik Ustaz Yusuf Mansur dihentikan sementara oleh Bank Indonesia (BI).

Sebelumnya, BI juga telah membekukan izin uang elektronik tiga e-commerce, Tokopedia, Shoppee, dan Bukalapak.

Berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 16/11/DKSP tanggal 22 Juli 2014 tentang Penyelenggaraan Uang Elektronik, penerbit uang elektronik wajib mendapatkan izin dari BI jika floating fund mencapai Rp 1 Miliar.

Seperti diketahui, PayTren sendiri merupakan perusahaan penyedia finansial berbasis syariah dan teknologi yang dibangun oleh Ustaz Yusuf Mansyur di bawah perusahaan PT Veritra Sentosa International.

Caranya, melalui aplikasi Paytren di ponsel pintar, para member dapat melakukan berbagai transaksi berbasis internet seperti membayar tagihan, bayar listrik, dan beli pulsa.

"Kalau teman-teman ingin bayar listrik, air, pulsa, bayar-bayaran rumah tangga, pribadi, sampai nanti ke sekolah belanja, dan pengeluaran macem-macem dah. Maka menjadi anggota Paytren menjadi wajib! Sebab nanti sambil bayar, malah dapet duitnya," jelas Ustad Yusuf Mansuf, Presiden Director PT Veritra Sentosa Internasional seperti yang dikutip dalam situs resminya.

Lantas mengapa PayTren dibekukan oleh BI?

Berikut Tribun Jabar rangkum 5 Fakta investasi PayTren yang diusung oleh Yusuf Mansur.

1. Telah mendapat sertifikat dari MUI

Dalam memulai bisnis Paytren, Ustaz Yusuf Mansur sudah mengantongi sertifikat industri keuangan syariah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Melansir KONTAN, Ustaz Yusuf Mansur mengaku tengah melengkapi berbagai persyaratan izin bisnis financial technology (Fintech).

"Kami sedang proses tahap akhir untuk izin e-money dari Bank Indonesia. Ditambah sekalian memasukkan perizinan lain biar lengkap selengkap-lengkapnya, yaitu layanan keuangan digital (LKD), payment gateway, remittance dan money changer," kata Yusuf Mansur, Senin (5/9/2017) lalu kepada KONTAN.

2. Mengusung konsep Syariah

Melalui website resmi PayTren, Yusuf Mansur mengaku membangun bisnis ini dengan cara pendekatan ibadah.

Di mana ibadah yang ia dan tim tunjukkan lewat sistem pasar modal syariah.

Hal itu juga dijelaskan oleh Yusuf Mansur pada teleconfrence singkat dari Paris, Prancis beberapa waktu lalu.

Ia mengaku prinsip bisnisnya dikuatkan pula oleh prinsip ibadah dan dakwah agar sistem ini berjalan sesuai syariat agama islam.

3. Yusuf Mansur sempat dilaporkan ke polisi soal investasi lain

Sebelum muncul Paytren, Yusuf Mansur pernah membangun bisnis investasi Hotel Siti dan Condotel Moya Vidi.

Namun, pembangunan bisnis tersebut tak berjalan mulus.

Yusuf Mansur sempat dilaporkan ke Polda Jatim atas tuduhan penipuan kepada nasabahnya.

Program investasi itu ditawarkan pihak Yusuf Mansur pada 2013 lalu yang menawarkan investasi berbentuk sertifikat dengan harga Rp 2,75 juta per lembar sertifikat.

Melansir Kompas.com, belakangan program itu dinilai bermasalah, investasi dialihkan untuk bisnis hotel bukan condotel seperti yang disebut dalam perjanjian.

4. Ada dugaan soal perputaran uang di PayTren

Dugaan ini sempat diungkap oleh penulis Ippho Santosa dan Tim Khalifah melalui akun facebooknya.

Dalam tulisan itu, Ippho Santosa mengungkap telah terjadi perputaran uang triliunan ini berkaitan dengan investasi hotel Yusuf Mansur sebelumnya.

Ippho menduga Yusuf Mansur kerap mengganti rugi sendiri setiap kerugiaan yang muncul di investasinya.

Namun, dugaan itu langsung dibantah oleh pihak PayTren, yakni Hari Prabowo sebagai Managing Director of Treni.

Hari Prabowo mengungkap PayTren bukan hanya semata bisnis yang diukur dengan uang.

Ia mengaku PayTren tumbuh karena banyak yang bersyukur menjadi bagian bisnis ini dan banyak pula yang mendoakannya.

Lewat instagram miliknya, Hari melanjutkan selama ini PayTren telah mendapat kemudahaan dan terhindar dari hal-hal negatif.

5. Pembelaan Yusuf Mansur Soal Paytren di Media Sosial

Pemberitaan soal Bank Indonesia yang resmi bekukan Paytren sedang viral di internet.

Selain Paytren, ada tiga jenis uang elektronik yang resmi dibekukan juga, di antaranya uang elektronik yang dikeluarkan Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee.

Menanggapi pemberitaan itu, Yusuf Mansur ternyata tak tinggal diam.

Ia menulis pembelaan soal Paytren lewat instagram miliknya.

Yusuf Mansur mengaku bisnis Paytren bukanlah bisnis penipuan, namun bisnis karena Allah. Paytren juga membantu membuka peluang usaha bagi masyarakat Indonesia dan dunia.

Lebih lanjut, ia mengaku inovasi Paytren mengambil manfaat dari era digital dan membagi manfaat itu kepada banyak orang.

Ustaz kondang ini pun menjelaskan ciri khas PayTren yang tak hanya menjadikan banyak orang sebagai pengguna saja, tetapi juga sebagai pebisnis.

Artinya, PayTren saat ini telah membuka lapangan pekerjaan dan usaha sebanyak jumlah mitra yang telah terkumpul. (Amalia Qisthyana Amsha).

Selasa, 16 Januari 2018

Pembunuhan Wanita Bercadar di Masjid Pagu, Kediri.


Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kediri telah menetapkan seorang tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Nurul Khotimah (38), perempuan bercadar yang jenazahnya ditemukan di halaman masjid di Kecamatan Pagu, Kediri.

Hubungan percintaan antara Makrus (39) bersama Nurul Khotimah diketahui sudah dimulai sejak 2013. Bahkan keduanya sudah masing-masing telah berkeluarga dan memiliki anak.

Sebenarnya, pihak keluarga korban telah mengetahui jalinan asmara itu. Informasi tersebut diperoleh ketika suami korban, Sunaryo yang mengetahui istrinya bermain api dan bercerita pada mertuanya Rusdi (65).

Sunaryo juga sempat menunjukkan ponsel milik korban yang sebelumnya telah disitanya. Ponsel itu berisi histori percakapan panggilan telepon dengan tersangka Makrus. Meski telah kepergok suaminya, selama hampir empat tahun korban masih berhubungan dengan Makrus.

Kepergok  berulang kali, berulang kali pula Nurul membeli ponsel agar bisa berkomunikasi bersama tersangka.

Seiring berjalannya waktu, korban telah beritikad baik untuk mengakhiri hubungan gelapnya. Namun sayang, tersangka tidak menerima keputusan sepihak korban untuk menyudahi hubungan perselingkuhan ini.

Tersangka kecewa berat hingga pada akhirnya berbuat nekat membunuh korban dengan menjerat leher Nurul hingga tewas. Tersangka mengaku tak rela jika orang yang dicintainya itu menjadi milik orang lain.

Proses penyidikan soal kematian wanita bercadar, Nurul Khotimah (38) terus berlanjut.

Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kediri berupaya secepatnya merampungkan berkas pemeriksaan terhadap tersangka Makrus (39).

Tersangka Makrus yang merupakan warga Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri diketahui berprofesi sebagai pengusaha percetakan. Kini ia telah menjalani serangkaian pemeriksaan oleh tim penyidik sesuai Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

Namun, penyidikan mengaku sempat mendapat kendala karena tersangka tidak kooperatif, bahkan terkesan berbelit-belit mengenai kronologi kasus pembunuhan ini.

Hanif menjelaskan meski tersangka sempat mengelak melakukan perbuatan itu. Namun, setelah dicocokkan dengan alat bukti, tersangka mengakuinya telah membunuh Nurul Khotimah.

Polisi saat ini juga telah memeriksa suami korban bernama Sunaryo terkait kasus tersebut. Padahal, seluruh hasil pemeriksaan berupa keterangan tersangka akan dipakai untuk melengkapi berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Tadi sudah kami mintai keterangan tambahan untuk melengkapi BAP," pungkasnya.

Nantinya, rentetan kronologi dari keterangan tersangka yang tertuang dalam BAP, menjadi landasan merancang mekanisme adegan rekonstruksi pembunuhan Nurul.

Rekontruksi ditunda sekitar satu pekan kedepan,” tutur Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Hanif Fatih Wicaksono kepada Surya, Jumat (12/1/2018).

Rencana reka ulang adegan pembunuhan yang telah dijadwalkan itu terpaksa ditunda karena berkas pemeriksaan belum rampung.

"Kan harus ada saksi semuanya itu yang harus dihadirkan pada saat rekonstruksi, jadi kami butuh waktu untuk mempersiapkannya," tandasnya

Diketahui mekanisme rekonstruksi akan melibatkan sejumlah saksi di antaranya warga setempat di lokasi penemuan jenazah Masjid Pagu, pemilik toko yang menjual spidol dan kertas dan lainnya.

“Kami masih mempersiapkan saksi dan mekanisme reka ulang kasus pembunuhan ini,” ucap Hanif.

Rencananya, reka ulang akan di gelar di halaman Polres Kediri sebagai tempat pengganti lokasi bertemunya tersangka dengan Nurul yang sebenarnya di Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.

Apabila tidak ada halangan,  penyidik akan menggelar rekontruksi pembunuhan. Namun hingga saat ini mereka masih mempersiapkan mekanisme untuk reka ulang.

Setelah itu, dilanjutkan ke tempat kejadian perkara (TKP) yaitu penemuan jenazah korban di Masjid Anas Bin Fadolah, Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

Polisi merekonstruksi pembunuhan ini secara detail setiap adegan yang diperagakan oleh tersangka saat membunuh korbannya.

Hasil rekonstruksi ini nantinya akan digunakan sebagai acuan untuk mengetahui adanya unsur pembunuhan berencana atau tidak.

Dan kini Polisi akhirnya telah menangkap tersangka. Sekarang tersangka mendekam di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Polres Kediri.

Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Hanif Fatih Wicaksono mengatakan telah memastikan bahwa korban tewas karena dibunuh.

"Sudah cukup bukti untuk menentapkan tersangka," ujar AKP Hanif Fatih Wicaksono kepada Surya di Polres Kediri, Senin (8/1/2018).

Penetapan tersangka ini telah sesuai prosedur yang menempuh seluruh pertimbangan untuk menjerat tersangka

Atas perbuatannya, tersangka dapat dijerat pasal berlapis dugaan pembunuhan berencana minimal hukuman seumur hidup dan maksimal hukuman mati.